aslinya saya termasuk kedalam golongan orang yang suka banget sama film anak-anak terutama kartun yang entah berantah rupanya aneh tapi lucu, tapi belakangan ini atau lebih tepatnya 2 tahun belakangan ga pernah up-date karena tuntutan zaman hehe. semakin ada kesempatan semakin ngerasa perlu untuk ngeliat dunia luar lewat media televisi bukan lagi cartoon anime atau FTV seperti beberapa tahun silam. perasaan mau "melek" terhadap dunia di luar ruangan yg berukuran 3x3 meter persegi ini makin besar :)
sayangnya belakangan ini berita yg saya dapatkan makin tidak enak di dengar. mulai dari berita yang berkaitan dengan tanah kelahiran saya sampai masalah dunia yang tidak pernah kunjung usai, bahkan di terangkan dalam Al-Qur'an semuanya akan selesai jika kiamat sudah tiba (yah setidaknya di akhir detik manusia hidup di dunia Allah SWT memastikan menjanjikan kita semua akan hidup damai berdampingan dengan caranya-Nya yang pasti ajaib :D )
berita yang tadinya soal KORUPSI, PENCURIAN, dan GOSIP lainnya tergantikan oleh berita PERTIKAIAN antar manusia yang hampir kesemuanya dikaitkan dengan perbedaan kepercayaan yang dianut. Pertanyaannya adalah benarkah semuanya timbul karena beda kepercayaan? saya bukan tergolong orang yang mengerti bahkan pemahaman saya masih sangat minim tapi yang saya tau semua agama mengajarkan hal yang baik secara general . tidak ada satu kitab pun yang bilang bahwa mencuri baik, bertikai baik , bergunjing baik dan menipu itu baik iya kan?
seperti meminumkan obat sakit gigi kepada orang yang menderita sakit kepala (entah sakit kepala belakang, sakit kepala sebelah, maupun sakit kepala biasa *ini iklan banget* sedih rasanya karena pemahaman saya yang awam ini mungkin berbeda dengan para ahli . saya berfikir mungkinkah masalah yang lebih manusiawi menjadi akar? tapi pemicu meledaknya pemberontakan dikaitkan oleh beberapa orang ke dalam SARA? masalah manusiawi . batasan lahan yang tidak jelas, pendapatan yang tidak menentu, pekerjaan yang makin sulit, kepemimpinan yang berat sebelah. karena pada dasarnya jika kebutuhan dasar manusia terpenuhi saya rasa pertikaian nilainya akan asimtot terhadap sumbu X bahkan "nol" manusia akan puas dengan hidupnya tanpa perlu merasa khawatir dan memaksakan hidupnya untuk bersedia diganggu dan menggangu orang lain.
pemikiran baru muncul mungkinkah pertikaian di beberapa tempat tidak kunjung usai laten dan berkarat di karenakan analisis faktor atau akar masalah yang salah atau sengaja di belokkan untuk kepentingan tertentu?
balik ke obat karena sore ini saya baru ke apotik dekat kampus hehe.
pemberian obat sakit gigi kepada pasien yang menderita sakit kepala tentu tidak akan meredakan sakit di giginya bahkan mungkin akan memperparah ke adaannya karena mal praktek yang akan terjadi bagai manapun obat tetaplah benda asing bagi tubuh yang kalau terpaksa di masukan harus dikenali dnegan baik iya kan ?
seperti yang dosen saya bilang
"dalam mengembangkan masyarakat dan mengatasi konflik tidak ada obat yang GENERIK obatnya harus spesifik disesuaikan dengan keadaan agar kemungkinan efek nsamping yang berakibat negatif dapat di minimalisir"
pada akhirnya ini cuma pemikiran seorang anak manusia yang masih sangat awam terhadap dunia yang ia tuliskan di suatu media. sepele tapi saya masih merenungkan hal yang mungkin sangat sepele ini karena terkadang jika kita menyepelekan hal yg kita anggap sepele dampak negatifnya akan sangat menyentak, keras hebat dahsyat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar