Rabu, 19 Desember 2012

even the birds were part of his life was spent in the vast sky still need a nest to rest

Kamis, 13 Desember 2012

sesulit apapun kelihatannya sekonyol apapun kedegarannya seremeh apa pun itu mimpi ya tetap mimpi karena beberapa hal yg sulit digapai itu kehidupan jadi lebih menarik

Senin, 10 Desember 2012

A dan B, unggulan dan regular, satu dan dua

di suatu tempat belajar ada sepuluh anak berbakat yang menduduki peringkat yang berurutan dari satu sampai sepuluh mereka sekelas memiliki potensi yang sama bahkan menjadi 10 orang yang di jagokan di sekolahnya. namun suatu hari unttuk mengefektifkan pembelajaran kelas di pecah lagi menjadi dua bagian, tanpa banyak orang tau si peringkat 1 dan 2 di satukan sekelas bersama si peingkat 9 dan 10 serta peringkat 6 di dalam kelas yang di beri label kelas A. sedangkan sisanya si peringkat 3 dan 4 di staukan bersama anak peringkat 5,7 dan 8di kelas yang di sebut sebagai kelas B
tanpa banyak orang tau sebenarnya pembagian ini telah di fikirkan dengan matang oleh pengurus . setiap kelas berisi anak yang memiliki potensi yang seimbang tidak ada yang timpang maupun tidak adil.
beberapa waktu berlalu orang di luar yang tidak tau menau tentang hal ini memuja anak di kelas A dan menunjukan tingkah laku yang meremehkan anak di kelas B. bahkan beberapa orang tua yang anaknya di tempatkan di kelas B memarahi anaknya, sembari menyebutkan bahwa anaknya tidak berbakat kurang cerdas sulit bersaing dan entah masih banyak lagi kata-kata negatif yang kuat. 
berbalik halnya dengan anak di kelas A semua menyanjung memberikan kritik positif masukan yang membangun kondisi orang-orang di sekitarnya membuat mereka jadi termotivasi lagi dan lagi.
yang terjadi setahun kemudian anak-anak kelas A yang tadinya memiliki potensi yang sama dengan anak kelas B dengan fasilitas yang sama memiliki nilai akhir yang jauh lebih baik dan anak-anak kelas B perstasinya benar-benar merosot seperti apa yang orang lain katakan kepada mereka sebagai murid kelas B.
B dan A regular unggulan maupun satu dan dua . di setiap sekolah jenjang pendidikan pasti kita menemukan pengkelasan yang seperti ini bukan?  intinya sugesti external bisa mempengaruhi jadi mulai sekarang semua harus di berikan respon membangun dan positif entah itu pengkelasan paralel dan lain sebagainya. motivasi yang baik lingkungan yang mendukung dan nasihat membangun tentu akan membuat potensi yang telah ada dapat tergali secara maksimal
tidak ada orang yang benar-benar sendiri, setidaknya dia masih punya Tuhannya untuk berbagi dan berkeluh kesah

UJI PREFERENSI



LAPORAN PRAKTIKUM ILMU HAMA TUMBUHAN DASAR
Uji Preferensi Warna


Oleh    :
Egi Puspita Sari
(A34100060)






Dosen Praktikum      :
Dra. Dewi Sartiami, M.Si
Dr. Ir. Sugeng Santoso, M.Agr


DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
ISTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang
Sistem indra penglihatan pada serangga berbeda dengan Molusca dan Vertebrata. Mata pada serangga disebut mata majemuk atau mata faset karena terdiri dari saluran berulang yaitu omatidia. Setiap saluran berfungsi sebagai reseptor penglihatan yang terpisah. Setiap omatidium menyumbangkan informasi yang hanya menamai satu daerah objek. Omatidium yang lain memberi informasi tentang daerah lainnya. Gabungan seluruh respon dari semua omatidia merupakan bayangan menarik, sehingga akan membentuk suatu pola cahaya dan bintik gelap yang menyusun seluruh pandangan.
Banyak serangga yang tidak memilikin kemampuan untuk megenali warna (buta warna). Tapi banyak pula serangga yang dapat membedakan warna dan bahkan lebih menyenangi jenis warna tertentu. Kisaran panjang gelombang yang dapat teramati oleh mata serangga berkisar antara 2540 -  6000Å, kemampuan ini berbeda dengan manusia yang dapat melihat berbegai macam warna yang masuk pada kisaran panjang gelombang 4.500 - 7000 Å (Borror 2007).
Pada suatu daerah pertanaman sering kali dilakukan berbagai pengujian untuk mengetahui keberadaan atau  motoring  ppulasi  hama tertentu. Uji yang sering dilakukan antara lain uji preferensi warna, uji atraktan, dan uji perangkap cahaya. Uji preferensi warna pada seranggadilakukan dengan menggunakan sticky trap. Bentuk dari sticky trap adalah berbentuk silinder atau segi empat. Warna dari  sticky trap disesuaikan dengan warna yang akan diamati. Dengan adanya trap ini kita akan mengetahui warna apa yang disukai oleh serangga dan dapatkah serangga membedakan warna-warna pada trap ini.

1.2              Tujuan
Percobaan  ini dilakukan untuk menentukan respon serangga terhadap warna tertentudilihat dari warna yang paling dominan menarik perhatian serangga, agar dapat dipergunakan sebagai acuan untuk memonitor serangga jenis apa saja yang berada di daerah pertanaman cikabayan.

Bab II
BAHAN DAN METODE

2.1       Alat dan Bahan
                        Praktikum ini menggunakan lem transparant sebagai alat bantu memerangkap serangga dengan cara dioleskan ke seluruh permukaan plastik pelapis sticky trap.
                         beberapa alat yang juga digunakan pada percobaan ini antara lain lembaran sticky trap berwarna merah, kuning, hijau, biru, dan putih, plastik pelapis berukuran (25x10) cm2 , plastik pelindung, penjepit kertas(klip), ajir bambu, label, dan tali.

2.2       Metode
                                    Langkah pertama yang perlu di lakukan untuk melakukan percobaan preferensi warna kali ini yaitu membuat Sticky trap dari karton plastik berukuran 25 cm x 10 cm san di berikan gantungan tali atau kawat kecil (setiap grup mendapatkan 5 set warna yaitu : merah , biru, hijau, kuning, dan putih ) , selanjutnya siapkan plastik pelapis yang berukuran sama lalu olesi dengan lem dengan cara menempelkan kedua sisinya satu sama lain sampai seluruh bagian plastik terlapisi secara merata. Setelah plastik lapisan siap lapiskan plastik berlem tersebut ke karton warna dan di jepit dengan penjepit kertas (klip) agar plastik pelapis tidak jatuh atau bergeser.
                                    Pasang sticky trap yang telah di olesi lem di pertanaman jagung dengan jarak yang di sesuaikan dengan luasan lahan dengan pola diagonal, peletakan warna dilakukan secara acak dan ketinggian sticky trap di atur tepat 10 cm di atas tajuk tanaman jagung. Biarkan stiky trap terpasang di lapangan selama 24 jam.
                                    Setelah 24 jam ambil stiky trap yang telah mengandung serangga dan lapisi denga plastik pelindung agar serangga yang akan diamati tidak rusak dan lem pada stiky trap tidak mengotori benda lainnya. Plastik pelapis yang telah di tutup dengan plastik pelindung dilepas dan diberi label yang berisikan keterangan masing – masing warna agar tidak tertukar, lalu bawa kelaboratorium.
                                    Amati dan identifikasi serangga yang sebelumnya terperangkap menggunakan alat bantu mikroskop stereo tentukan tingkatan taksonominya hingga ke famili dan juga hitung jumlah serangga yang ditemukan. Masukan data hasil pengamatan di dalam tabel pengamatan. Sajikan data hasil pengamatan di dalam laporan praktikum.



Bab III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan

Tabel : jenis serangga yang teramati pada seriap sticky trap
Tanaman Inang
Jenis serangga yang teramati
merah
kuning
hijau
biru
putih
singkong
·         Hemiptera (aleyrodidae 3)
·         Diptera (muscidae)
·         Diptera (tipulidae, culicidae 3, shyrpidae, sarchopaghidae, muscidae)
·         Thysanoptera (thripidae 3)
·         Coleoptera (coccenelidae 2)
·         Hymenoptera (formicidae 3)
·         Diptera (culicidae 4, syrpidae 3)
·         Thysanoptera (thripidae 3, phaleothripidae)
·         Diptera (muscidae3, culicidae 2)
·         Hymenoptera (scholidae, formicidae)
·         Diptera (syrpidae, muscidae3)
·         Hymenoptera (ichenumonidae2, formicidae)
·         Thysanoptera (thripidae, Phaleothripidae)
Jagung (muda)
·         Hymenoptera (evanidae, Formicidae 8)
·         Hemiptera (coreidae,cicadelidae 5)
·         Coleoptera(coccenelidae 2, scarabeidae,curculionidae 4)
·         Lepidoptera (pyralidae )
·         Diptera (tipulidae)
·         Ephemeroptera
·         Arachnida
·         Hymenoptera (cimbicidae, apidae,formicidae 4)
·         Coleoptera (chrysomelidae)
·         Thysanoptera (paleothripidae6)
·         Hemiptera (apididae, cicadelidae2)
·         Diptera (tipulidae)
·         Hemiptera (apididae )
·         Hymenoptera ( Formicidae4)
·         Hemiptera (cicadelidae2)
·         Coleoptera (dyctiscidae)
·         Hymenoptera (apidae, Formicidae10)
·         Diptera (culicidae)
·         Coleoptera (chrysomelidae,Tenebrionidae)
·         Thysanoptera (paleothripidae)
kopi
·         Tidak ada
·         Hymenoptera  (ichcenumonidae, formicidae, vespidae,spechidae)
·         Hemiptera (aphidae)
·         Diptera (syrpidae, muscidae)
·         Thysanoptera (phaleothripidae)
·         Hymenoptera (ichenumonidae,formicidae, vespidae, specidae)
·         Hemiptera (aphididae, vespidae, )
·         Diptera (syrpidae, muscidae tabanidae, culicidae)



·         Diptera (culicidae, muscidae2, syrpidae2,tabanidae)
·         Hymenoptera (vespidae, formicidae2)
·         Hemiptera (aphidae)
·         Lepidoptera (amantidae)
·         Diptera (culicidae4, tipulidae, muscidae)
·         Hymenoptera (formicidae)
temulawak
·         Hemiptera (flatidae, Cicadelidae 3)
·         Diptera (tipulidae)
·         Hymenoptera (formicidae 3, evaniidae)
·         Diptera (muscidae)
·         Diptera (muscidae 2)
·         Hemiptera (cicadelidae 3)
·         Hymenoptera (formicidae)
·         Diptera (culicidae 2)
·         Orthoptera (acrididae)
·         Thysanoptera (thripidae13)
·         Hymenoptera (sphecidae 2)
·         Hemiptera (psylidae)
jambu
·         Arthropoda
·         Hymenoptera (formicidae2, ichenumonidae)
·         Lepidoptera (noctuidae)
·         Diptera (6)
·         Hemiptera (aphididae)
·         Diptera (muscidae, culicidae2)
·         Hemiptera (delphacidae 3, asilidae, aphididae 10)
·         Thysanoptera (thripidae, phaleothrypidae)
·         Lepidoptera
·         Hymenoptera (apidae)


·         Ephemeroptera
·         Trichoptera
·         Diptera (cecidomidae5, culicidae)
·         Hymenoptera
·         Coleoptera
·         Arthropoda
·         Lepidoptera (hesperidae)
·         Coleoptera (silvanidae, carabidae2)
·         Hemiptera 2
·         Thysanoptera (phaleothripidae 6)
·         Diptera (syrpidae, tephritidae)






·         Hymenoptera (ichcenumonidae 3)
·         Thysanoptera (phaleothripidae 3)
·         Hemiptera (delphacidae4, cicadelidae)
·         Diptera (10)
Jagung (Tua)
·         Diptera (dhrosophila, muscidae2, culicidae, tephritidae)
·         Hymenoptera (chalcididae)
·         Hemiptera (delphacidae)
·         Thysanoptera (phaleothripidae)
·         Ephemeroptera 2
·         Coleoptera (coccenelidae 3)
·         Hymenoptera 6(formicidae)
·         Diptera (culicidae 3)
·         Hemiptera (pseudococcidae, cicadelidae)
·         Hymenoptera (formicidae)
·         Coleoptera (coccenelidae)
·         Ephemeroptera
·         Diptera (culicidae)
·         Thysnoptera (phaleothripidae)
·         Lepidoptera (heaperidae)
·         Coleoptera (coccenelidae3, scarabaidae 3)
·         Hymenoptera
 (formicidae 3)
·         Thysanoptera (phaleothripidae ,thripidae)
·         Diptera (muscidae2, culicidae 2)
·         Hymenoptera (formicidae3)
·         Hemiptera (culicidae)
·         Ephemeroptera 2


3.2    Pembahasan
Percobaan kali ini dilakukan untuk memonitoring jenis serangga apa saja yang ada di daerah pertanaman jagung cikabayan dan mengetahui jumlah serangga yang terperangkap pada sticky trap. Sticky trap seringkali dipakai sebagai perangkap untuk serangga kecil bersayap, terutama serangga yang merupakan hama pertanian. Trap berperekat ini seringkali digunakanuntuk memperlihatkan hubungan antara faktor kimia dan bau yang ditambahkan pada trap untuk menarik serangga. Namun, dalam percobaan trap kali ini hanya diberlakukan kenampakan visual (warna) sebagai elemen dominan untuk menarik serangga.
Kegiatan pemerangkapan, penangkapan, dan pengambilan sampel serangga penting dalam usaha  mempelajari ekologi dan kebiasaan serangga di lapangan. Observasi langsung sangat dibutuhkan karena memungkinkan kita mendapatkan informasi mengenai aktifitas serangga. Pengamatan yang dilakukan di luar ruangan, yakni di lahan percobaan pertanaman jagung Cikabayan memperlihatkan jumlah serangga terbanyak variasinya ( family dan ordo) ada di sticky trapwarna kuning sebanyak 80 serangga. Di ikuti dengan trap berwarna biru dengan jumlah 78 serangga Percobaan dibuat agar respon serangga terhadap trap berperekat dengan tujuan membuat alat yang efektif untuk memonitoring jumlah populasi dan untuk melihat aktivitas terbang serangga di sekitar pertanaman jagung.
Sticky trap dibuat dari karton plastik berwarna beukuran (25x10) cm2dan diberigantungan kawat kecil. Plastik pelapis sticky trap diolesi lem tipis sebagai bahan tambahan pemerangkap serangga di lapangan. Setiap frame atau karton memiiki warna yang berbeda yakni warnakuning, hijau, merah, biru dan putih.Sticky trap diletakkan di tempat terbuka selama satuhari. Menurut Muirhead, Thomson 1991, trap warna kuning (λ=570 nm) lebih menarik bagi serangga betina dan jantan daripada warna lainnya. Warna yang disukaiserangga umumnya warna-warna kontras contohnya kuning cerah, seperti pada hasil pengamatan yang menunjukkan adanya sekitar 80 serangga yang terperangkap di trap warna kuning.Trap warna kuning lebih disukai serangga dari berbagai ordo diantaranya Hemiptera, Diptera, Coleoptera, Hymenoptera dan Thysanoptera. Namun hasil kelompok kami (kel 2) kurang akurat dikarenakan sticky trap yang berwarna hijau terjatuh di lapangan.
Sticky trap yang digunakan lebih banyak memerangkap serangga bersayap. Sedangkan pada tanaman jagung, hama yang paling umum ditemui adalah larva dari ordo Lepidoptera, sehingga tidak dapat dideteksi dengan baik dengan menggunakan sticky trap. Pada sticky trap yang berwarna biru kami menemukan family dyctiscidae yang tergolong dalam ordo coleoptera. Serangga lain yang ditemukan secara umum diperoleh bukanlah hama yang spesifik menyerang tanaman jagung tetapi merupakan serangga lain yang aktif di areal kebun percobaan Cikabayan.
 

Bab IV
KESIMPULAN

Melalui percobaan preferensi warna ini dapat disimpulkan bahwa umumnya seranggatertarik pada warna- warna cerah seperti kuning (Hemiptera, Thysanoptera, dan Diptera),hijau (Hemiptera dan Thysanoptera ) dan biru (Thysanoptera dan Diptera). Keberadaanserangga yang paling banyak di lahan percobaan Cikabayan adalah serangga dari ordoThysanoptera, Diptera, dan Hemiptera. Dari hasil ini dapat ditentukan bahwa trap kuning paling efektif untuk menarik perhatian serangga
 

Bab V
DAFTAR PUSTAKA

Borrror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF. 2007.Pengenalan Pelajaran Serangga.Penerjemah. Partosoedjono S. Terjemahan dari :an Introduction to the Study of  Insect.Yogyakarta : UGM Press
Thomson R. C. , Muirhead. 1991.Trap Responses of Flying Insects. London: AcademicPress