LAPORAN PRAKTIKUM ILMU HAMA TUMBUHAN DASAR
Uji Preferensi Warna
Oleh :
Egi
Puspita Sari
(A34100060)
Dosen Praktikum :
Dra.
Dewi Sartiami, M.Si
Dr.
Ir. Sugeng Santoso, M.Agr
DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
ISTITUT PERTANIAN BOGOR
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Sistem
indra penglihatan pada serangga berbeda dengan Molusca dan Vertebrata. Mata
pada serangga disebut mata majemuk atau mata faset karena terdiri dari saluran
berulang yaitu omatidia. Setiap saluran berfungsi sebagai reseptor penglihatan
yang terpisah. Setiap omatidium menyumbangkan informasi yang hanya menamai satu
daerah objek. Omatidium yang lain memberi informasi tentang daerah lainnya.
Gabungan seluruh respon dari semua omatidia merupakan bayangan menarik,
sehingga akan membentuk suatu pola cahaya dan bintik gelap yang menyusun
seluruh pandangan.
Banyak
serangga yang tidak memilikin kemampuan untuk megenali warna (buta warna). Tapi
banyak pula serangga yang dapat membedakan warna dan bahkan lebih menyenangi
jenis warna tertentu. Kisaran panjang gelombang yang dapat teramati oleh mata
serangga berkisar antara 2540 - 6000Å,
kemampuan ini berbeda dengan manusia yang dapat melihat berbegai macam warna
yang masuk pada kisaran panjang gelombang 4.500 - 7000 Å (Borror 2007).
Pada
suatu daerah pertanaman sering kali dilakukan berbagai pengujian untuk
mengetahui keberadaan
atau motoring ppulasi hama tertentu. Uji yang sering dilakukan
antara lain uji preferensi warna, uji atraktan, dan uji perangkap cahaya.
Uji preferensi warna pada seranggadilakukan dengan menggunakan sticky trap.
Bentuk dari sticky trap adalah berbentuk silinder atau segi empat. Warna
dari sticky trap disesuaikan dengan warna yang akan diamati. Dengan
adanya trap ini kita akan mengetahui warna apa yang disukai oleh serangga dan
dapatkah serangga membedakan warna-warna pada trap ini.
1.2
Tujuan
Percobaan
ini dilakukan untuk menentukan respon
serangga terhadap warna tertentudilihat dari warna yang paling dominan menarik
perhatian serangga, agar dapat dipergunakan sebagai acuan untuk memonitor
serangga jenis apa saja yang berada di daerah pertanaman cikabayan.
Bab II
BAHAN DAN METODE
2.1 Alat dan Bahan
Praktikum
ini menggunakan lem transparant sebagai alat bantu memerangkap serangga dengan
cara dioleskan ke seluruh permukaan plastik pelapis sticky trap.
beberapa alat yang juga digunakan pada
percobaan ini antara lain lembaran sticky
trap berwarna merah, kuning, hijau, biru, dan putih, plastik pelapis
berukuran (25x10) cm2 , plastik pelindung, penjepit kertas(klip),
ajir bambu, label, dan tali.
2.2 Metode
Langkah
pertama yang perlu di lakukan untuk melakukan percobaan preferensi warna kali
ini yaitu membuat Sticky trap dari karton plastik berukuran 25 cm x 10 cm san
di berikan gantungan tali atau kawat kecil (setiap grup mendapatkan 5 set warna
yaitu : merah , biru, hijau, kuning, dan putih ) , selanjutnya siapkan plastik
pelapis yang berukuran sama lalu olesi dengan lem dengan cara menempelkan kedua
sisinya satu sama lain sampai seluruh bagian plastik terlapisi secara merata.
Setelah plastik lapisan siap lapiskan plastik berlem tersebut ke karton warna
dan di jepit dengan penjepit kertas (klip) agar plastik pelapis tidak jatuh
atau bergeser.
Pasang sticky trap yang telah di
olesi lem di pertanaman jagung dengan jarak yang di sesuaikan dengan luasan
lahan dengan pola diagonal, peletakan warna dilakukan secara acak dan
ketinggian sticky trap di atur tepat 10 cm di atas tajuk tanaman jagung.
Biarkan stiky trap terpasang di lapangan selama 24 jam.
Setelah 24 jam ambil stiky trap
yang telah mengandung serangga dan lapisi denga plastik pelindung agar serangga
yang akan diamati tidak rusak dan lem pada stiky trap tidak mengotori benda
lainnya. Plastik pelapis yang telah di tutup dengan plastik pelindung dilepas
dan diberi label yang berisikan keterangan masing – masing warna agar tidak
tertukar, lalu bawa kelaboratorium.
Amati dan identifikasi serangga
yang sebelumnya terperangkap menggunakan alat bantu mikroskop stereo tentukan
tingkatan taksonominya hingga ke famili dan juga hitung jumlah serangga yang
ditemukan. Masukan data hasil pengamatan di dalam tabel pengamatan. Sajikan
data hasil pengamatan di dalam laporan praktikum.
Bab III
HASIL PENGAMATAN DAN
PEMBAHASAN
3.1 Hasil Pengamatan
Tabel
: jenis serangga yang teramati pada seriap sticky trap
Tanaman
Inang
|
Jenis serangga yang teramati
|
||||
merah
|
kuning
|
hijau
|
biru
|
putih
|
|
singkong
|
·
Hemiptera (aleyrodidae 3)
·
Diptera (muscidae)
|
·
Diptera (tipulidae, culicidae 3,
shyrpidae, sarchopaghidae, muscidae)
·
Thysanoptera (thripidae 3)
·
Coleoptera (coccenelidae 2)
·
Hymenoptera (formicidae 3)
|
·
Diptera (culicidae 4, syrpidae 3)
|
·
Thysanoptera (thripidae 3,
phaleothripidae)
·
Diptera (muscidae3, culicidae 2)
·
Hymenoptera (scholidae, formicidae)
|
·
Diptera (syrpidae, muscidae3)
·
Hymenoptera (ichenumonidae2, formicidae)
·
Thysanoptera (thripidae,
Phaleothripidae)
|
Jagung
(muda)
|
·
Hymenoptera (evanidae, Formicidae 8)
·
Hemiptera (coreidae,cicadelidae 5)
·
Coleoptera(coccenelidae 2,
scarabeidae,curculionidae 4)
·
Lepidoptera (pyralidae )
·
Diptera (tipulidae)
·
Ephemeroptera
·
Arachnida
|
·
Hymenoptera (cimbicidae,
apidae,formicidae 4)
·
Coleoptera (chrysomelidae)
·
Thysanoptera (paleothripidae6)
·
Hemiptera (apididae, cicadelidae2)
·
Diptera (tipulidae)
|
·
Hemiptera (apididae )
|
·
Hymenoptera ( Formicidae4)
·
Hemiptera (cicadelidae2)
·
Coleoptera (dyctiscidae)
|
·
Hymenoptera (apidae, Formicidae10)
·
Diptera (culicidae)
·
Coleoptera
(chrysomelidae,Tenebrionidae)
·
Thysanoptera (paleothripidae)
|
kopi
|
·
Tidak ada
|
·
Hymenoptera (ichcenumonidae, formicidae,
vespidae,spechidae)
·
Hemiptera (aphidae)
·
Diptera (syrpidae, muscidae)
·
Thysanoptera (phaleothripidae)
|
·
Hymenoptera (ichenumonidae,formicidae,
vespidae, specidae)
·
Hemiptera (aphididae, vespidae, )
·
Diptera (syrpidae, muscidae tabanidae,
culicidae)
|
·
Diptera (culicidae, muscidae2,
syrpidae2,tabanidae)
·
Hymenoptera (vespidae, formicidae2)
·
Hemiptera (aphidae)
·
Lepidoptera (amantidae)
|
·
Diptera (culicidae4, tipulidae,
muscidae)
·
Hymenoptera (formicidae)
|
temulawak
|
·
Hemiptera (flatidae, Cicadelidae 3)
·
Diptera (tipulidae)
|
·
Hymenoptera (formicidae 3, evaniidae)
·
Diptera (muscidae)
|
·
Diptera (muscidae 2)
·
Hemiptera (cicadelidae 3)
·
Hymenoptera (formicidae)
|
·
Diptera (culicidae 2)
·
Orthoptera (acrididae)
|
·
Thysanoptera (thripidae13)
·
Hymenoptera (sphecidae 2)
·
Hemiptera (psylidae)
|
jambu
|
·
Arthropoda
·
Hymenoptera (formicidae2,
ichenumonidae)
·
Lepidoptera (noctuidae)
·
Diptera (6)
·
Hemiptera (aphididae)
|
·
Diptera (muscidae, culicidae2)
·
Hemiptera (delphacidae 3, asilidae,
aphididae 10)
·
Thysanoptera (thripidae,
phaleothrypidae)
·
Lepidoptera
·
Hymenoptera (apidae)
|
·
Ephemeroptera
·
Trichoptera
·
Diptera (cecidomidae5, culicidae)
·
Hymenoptera
·
Coleoptera
·
Arthropoda
|
·
Lepidoptera (hesperidae)
·
Coleoptera (silvanidae, carabidae2)
·
Hemiptera 2
·
Thysanoptera (phaleothripidae 6)
·
Diptera (syrpidae, tephritidae)
|
·
Hymenoptera (ichcenumonidae 3)
·
Thysanoptera (phaleothripidae 3)
·
Hemiptera (delphacidae4, cicadelidae)
·
Diptera (10)
|
Jagung
(Tua)
|
·
Diptera (dhrosophila, muscidae2,
culicidae, tephritidae)
·
Hymenoptera (chalcididae)
·
Hemiptera (delphacidae)
·
Thysanoptera (phaleothripidae)
|
·
Ephemeroptera 2
·
Coleoptera (coccenelidae 3)
·
Hymenoptera 6(formicidae)
·
Diptera (culicidae 3)
|
·
Hemiptera (pseudococcidae,
cicadelidae)
·
Hymenoptera (formicidae)
·
Coleoptera (coccenelidae)
·
Ephemeroptera
·
Diptera (culicidae)
·
Thysnoptera (phaleothripidae)
|
·
Lepidoptera (heaperidae)
·
Coleoptera (coccenelidae3, scarabaidae
3)
·
Hymenoptera
(formicidae 3)
·
Thysanoptera (phaleothripidae
,thripidae)
|
·
Diptera (muscidae2, culicidae 2)
·
Hymenoptera (formicidae3)
·
Hemiptera (culicidae)
·
Ephemeroptera 2
|
3.2 Pembahasan
Percobaan kali ini dilakukan untuk
memonitoring jenis serangga apa saja yang ada di daerah pertanaman jagung
cikabayan dan mengetahui jumlah serangga yang terperangkap pada sticky trap. Sticky trap seringkali
dipakai sebagai perangkap untuk serangga kecil bersayap, terutama serangga yang
merupakan hama pertanian. Trap berperekat ini seringkali digunakanuntuk
memperlihatkan hubungan antara faktor kimia dan bau yang ditambahkan pada trap untuk
menarik serangga. Namun, dalam percobaan trap kali ini hanya diberlakukan kenampakan
visual (warna) sebagai elemen dominan untuk menarik serangga.
Kegiatan pemerangkapan, penangkapan, dan pengambilan
sampel serangga penting dalam usaha mempelajari ekologi dan kebiasaan serangga di
lapangan. Observasi langsung sangat dibutuhkan karena memungkinkan kita
mendapatkan informasi mengenai aktifitas serangga. Pengamatan yang dilakukan di
luar ruangan, yakni di lahan percobaan pertanaman jagung Cikabayan memperlihatkan
jumlah serangga terbanyak variasinya ( family dan ordo) ada di sticky trapwarna
kuning sebanyak 80 serangga. Di ikuti dengan trap berwarna biru dengan jumlah 78
serangga Percobaan dibuat agar respon serangga terhadap trap berperekat
dengan tujuan membuat alat yang efektif untuk memonitoring jumlah populasi dan
untuk melihat aktivitas terbang serangga di sekitar pertanaman jagung.
Sticky trap dibuat dari karton plastik berwarna
beukuran (25x10) cm2dan diberigantungan kawat kecil. Plastik pelapis
sticky trap diolesi lem tipis sebagai bahan tambahan pemerangkap serangga di lapangan.
Setiap frame atau karton memiiki warna yang berbeda yakni warnakuning, hijau,
merah, biru dan putih.Sticky trap diletakkan di tempat terbuka selama satuhari.
Menurut Muirhead, Thomson 1991, trap warna kuning (λ=570 nm) lebih menarik bagi
serangga betina dan jantan daripada warna lainnya. Warna yang disukaiserangga
umumnya warna-warna kontras contohnya kuning cerah, seperti pada
hasil pengamatan yang menunjukkan adanya sekitar 80 serangga yang
terperangkap di trap warna kuning.Trap warna kuning lebih disukai serangga dari
berbagai ordo diantaranya Hemiptera, Diptera, Coleoptera, Hymenoptera dan
Thysanoptera. Namun hasil kelompok kami (kel 2) kurang akurat dikarenakan
sticky trap yang berwarna hijau terjatuh di lapangan.
Sticky trap yang digunakan lebih banyak memerangkap
serangga bersayap. Sedangkan pada tanaman jagung, hama yang paling umum ditemui
adalah larva dari ordo Lepidoptera, sehingga tidak dapat dideteksi dengan baik dengan
menggunakan sticky trap. Pada sticky trap yang berwarna biru kami menemukan
family dyctiscidae yang tergolong dalam ordo
coleoptera. Serangga lain yang ditemukan secara umum diperoleh
bukanlah hama yang spesifik menyerang tanaman jagung tetapi merupakan serangga
lain yang aktif di areal kebun percobaan Cikabayan.
Bab IV
KESIMPULAN
Melalui percobaan preferensi warna ini dapat
disimpulkan bahwa umumnya seranggatertarik pada warna- warna cerah seperti
kuning (Hemiptera, Thysanoptera, dan Diptera),hijau (Hemiptera dan Thysanoptera
) dan biru (Thysanoptera dan Diptera). Keberadaanserangga yang paling banyak di
lahan percobaan Cikabayan adalah serangga dari ordoThysanoptera, Diptera, dan
Hemiptera. Dari hasil ini dapat ditentukan bahwa trap kuning paling
efektif untuk menarik perhatian serangga
Bab V
DAFTAR
PUSTAKA
Borrror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF. 2007.Pengenalan Pelajaran
Serangga.Penerjemah. Partosoedjono S. Terjemahan dari :an Introduction to the
Study of Insect.Yogyakarta : UGM Press
Thomson R. C. , Muirhead. 1991.Trap Responses of Flying Insects. London:
AcademicPress
Tidak ada komentar:
Posting Komentar