Senin, 20 Mei 2013

Absurd 2

A : kakak tingkat
B : saya

percakapan di bangku kayu yang nyambung sama mejanya yang terletak di antara dua tangga
A: (baru turun dari tangga) lemes banget ini..
B: iya lah lemes kan udah ga ada jadwal kuliah ya kak. jarang olah raga naik turun tangga
A: siapa bilang masih olah raga kali
B: emang iya ? olahraga apaan bohong aja
A: olah raga jempol depan laptop buat revisi
B: -_______-

seteah difikir mungkin itu olahraga paling berat pada waktu tertentu. lebih tepatnya bukan cuma olahraga jempol tapi olahraga fikiran dan perasaan.

Rabu, 08 Mei 2013

jadikanlah Allah SWT yang pertama tau syukurmu, bahagiamu, dan semua keluh sedih mu

Selasa, 07 Mei 2013

tidaksamadengan

rasanya mau balik lagi ke masa itu saat kita benar-benar saling mengerti. lebih dari sekedar kata, perumpamaan, istilah yang diungkapkan banyak orang. menyampaikan apa yang telah terjadi di dunia masing masing hanya melalui gerak bibir, mimik wajah bahkan tatapan mata.
ingin mengembalikan momen di saat kamu memanggilku, memintaku untuk menjadi orang pertama yang membantumu ah mungkin orang kedua, ketiga, atau kesekian saat itu, tapi hei jujur saat itu adalah salah satu moment saya merasa sangat berarti bagi orang lain sangat bahagia. Rasanya bahagia untuk kembali ke moment itu saat kamu mengirimkan pesan mengenai keadaanmu kepalamu yang berputar lagi dan lagi sehingga membuat mu dan juga mewajibkan ku terjaga semalaman.
saat kita menghabiskan waktu yang berharga bersama saling melengkapi menggantikan sementara peran orang terdekat di rumah, saling memberi semangat melalui berbagai  kompetisi sehat, layaknya orang yang saling memberi dan juga tak melupakan haknya untuk menerima.
moment itu saat saya benar-benar merasa sendirian  tidak seperti pasang mata yang laiinya, kamu menghampiri mengeluarkan kata yang sangat ga relevan dengan keadaan, aneh, tapi entah kenapa saya menyadari kamu melakukannya dalam rangka berusaha membalut luka. membiarkan saya bercerita tanpa mesti diminta selalu mendengarkan tanpa pernah menyela, dan sealu memberikan respon yang terbaik meski terkadang kebuntuan tetap menatap tanpa solusi pasti, tapi entah kenapa sekali lagi di moment itu saya lega.
saya yang ga seberapa ini kamu biarkan untuk ikut membantu persiapan pertunjukan gerak mu, menyesuaikan ukuran sepatu yang kebesaran dari ukuran kaki mu menyumbat ruangan yang berlebih itu dengan apa saja yang saya jumpai.
ada kalanya saya merasa kamu nyaman sama seperti mama, kamu bijak dan tegas seperti papa, kamu menuntun arah dan melindungi seperti seorang kakak, serta ceroboh namun lucu dan mengemaskan layaknya seorang adik.
kamu yang selalu mau kembali tanpa diminta, kamu yang selalu meminta untuk di bantu, kamu yang selalu memamerkan deretan benda putih yang melekat di gusimu yang merah jambu, kamu yang selalu bertanya, kamu yang selalu ceria yang membuat saya merasa duniamu sangat indah dan membiarkan hari ini akhirnya terhisap dan terbawa, terlena di dalamnya.
tapi di moment ini saya menggambarkan semuanya melalui kata untuk para kamu :) yang sebenarnya tak perlu deretan kata ini untuk memahami, tak perlu untaian kata manis yang mencapai beberapa desibel  karena sampai saat ini saya masih yakin
 Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada. Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara