Selasa, 23 Oktober 2012

metabolit sekunder




PENGARUH METABOLIT SEKUNDER CENDAWAN PATOGEN (Fusarium sp) TERHADAP VIABILITAS BENIH KACANG KEDELAI (Glycine max) dan JAGUNG (Zea mays)


Disusun Oleh :

1.      Andi Dwi Mandasari              (A34100058)
2.      Egi Puspita Sari                       (A34100060)
3.      Nurul Fatma Wati                   (A34100061)
4.      Sandy Amarullah Amin          (A34100065)
   




Dosen    :

Dr. Ir. Giyanto, MSi.


Asisten:
1.      Derry Aulia Barus       (A34090015)
2.      Yugih Tiadi Halala      (A34090058)


DEPARTEMEN PROTEKSI TANAMAN
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012
PENDAHULUAN

Latar belakang

            Benih merupakan sumber perbanyakan tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Untuk kegiatan budidaya diperlukan benih yang berkualitas dan memiliki jaminan mutu yang baik. Namun saat ini di indonesia masih banyak benih bersertifikat yang belum mengutamakan kualitas mutu kesehatan benih. Syarat Benih bermutu harus memiliki enam kriteria, murni dan diketahui nama varietasnya, daya tumbuh tinggi (minimal 80%) dan vigornya baik, biji sehat dan dipanen dari tanaman tua, dipanen dari tanaman sehat, tidak terinfeksi oleh hama dan penyakit, bersih, tidak tercampur varietas lain, biji rerumputan, dan kotoran lainnya (Balitbang, 2001).  Karenanya untuk mendapatkan benih yang berkualitas perlu diadakan serangkaian test untuk memastikan bahwa benih yang kita tanam aman dari gangguan hama maupun patogen.
            Untuk menjamin benih yang akan digunakan tergolong ke dalam benih yang memiliki mutu tinggi maka perlu dilakukan serangkaian test termasuk di salamnya pengujian terhadap viabilitas benih menggunakan metode penanaman pada kertas blotter. Kali ini pengujian viabilitas benih diujikan pada sampel benih kacang kedelai (Glysine max) dan sampel benih jagung (Zea Mays) dengan menggunakan Metabolit sekunder yang dihasilkan oleh salah satu cendawan patogen tanaman Fusarium sp.


Tujuan

Mengetahui pengaruh konsentrasi metabolit sekunder  yang dihasilkan cendawan Fusarium sp. terhadap viabilitas benih kedelai dan jagung  serta pengaruhnya terhadap penekanan timbulnya patogen terbawa benih pada media kertas blotter.


BAHAN DAN METODE

Bahan
            Praktikum kali ini menggunakan sampel dua jenis bibit tanaman yaitu bibit jagung (Zea mays) dan kedelai (Glysine max), inokulum murni cendawan Fusarium sp, air destilata. Alat yang di gunakan pada praktikum kali ini adalah : cawan petri (6 buah), pinset, gelas ukur, pipet mikro, saringan, shaker,mikroskop stereo dan kertas blotter.

Metode
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah isolasi cendawan Fusarium sp. dari benih ke media PDA (Potato Dextrose Agar) lalu dimurnikan. Selanjutnya inokulasikan  3 cork borrer isolat cendawan murni ke dalam media PDB (Potato Dextrose Broth) 100 ml. Inkubasi selama 1-2 minggu pada suhu ruang. Selanjutnya di shaker dan inkubasi dalam suhu 370 C. Lakukan penyaringan pada PDB dan ambil bagian supernatnya. Setelah itu dilakukan pembuatan larutan metabolit sekunder dengan konsentrasi 100%, 50%, 25% dan 12.5% dengan pengenceran berseri. Misalnya 100 ml metabolit diambil 50 ml lalu ditambahkan 50 ml air steril (konsentrasi 50%). Lakukan hal yang sama untuk mendapatkan konsentrasi yang diinginkan. Benih kacang kedelai direndam masing – masing 10 biji setiap konsentrasi selama 15 menit. Selanjutnya benih diplatting ke cawan petri yang telah dilapisi kertas blotter. Terakhir benih di inkubasi pada suhu ruang selama seminggu dan diamati viabilitas benih dan gejala yang nampak.



HASIL dan PEMBAHASAN

HASIL

Tabel 1. Benih kedelai
No.
Konsentrasi
Foto
Daya kecambah
Keterangan
1.
12,5 %
90 %
 Seluruhnya terlihat terinfeksi Fusarium sp. Namun masih terdapat cendawan lain yang menginfestasi warna miselium putih dan cokelat
2.
25 %
100 %
Perkebambahan terbaik akar banyak. Hanya delapan benih yang teridentifikasi terinfksi Fusarium sp.
3.
50 %
60 %
Keseluruhan benih berwarna ungu (terinfeksi Fusarium sp.)
4.
100 %
100%
Akar kecil keseluruhan benih terinfeksi Fusarium sp.


Tabel 2 : benih jagung

No.
Konsentrasi
Foto
Daya kecambah
keterangan
1.
12,5 %
0 %
Tidak ada yang terinfeksi Fusarium sp. (tesla tidak berwarna unggu)
2.
25 %
90 %
perkecambahan paling baik (akar adventiv banyak) terdapat dua jenis cendawan lain yang menyerang (miselium hitam dan putih)
3.
50 %
100%
perkecambahan tidak sebaik konsentrasi sebelumnya, seluruh bibit berwarna ungu (terinfeksi Fusarium sp.)
4.
100 %
100 %
akar sedikit dan pendek keseluruhan benih terinfeksi Fusarium sp.




Pembahasan

            Dari hasil percobaan dapat dilihat bahwa benih baik benih kedelai (Glisine max) maupun benih jagung (Zea mays) yang direndam dengan larutan Fusarium Sp dengan konsentrasi 0,25 % memiliki daya kecambah dan pertumbuhan yang paling baik hal ini dibuktikan dengan daya berkecambah kedua benih yang mencapai 100% dan pertumbuhan akar adventif yang baik di jagung, serta kedelai. Namun, tingkat infeksi Fusarium Sp terhadap benih yang paling maksimal terjadi pada konsentrasi 50% dan 100%. Hal ini di buktikan baik di benih jagung maupun benih kedelai tidak terlihat cendawan patogen benih lain yang menginfestasi maupun yang menginfeksi benih. Keseluruhan benih pada konsentrasi ini terlihat 100% terinfeksi Fusarium Sp, dibuktikan dengan kenampakan kulit benih (tesla) yang seluruhnya berwarna keungguan (terinfeksi Fusarium Sp).
            Data yang tidak sesuai dengan literatur kami peroleh dari benih jagung dengan konsentrasi 12.5%, dimana keseluruhan benih jagung tidak ada yang berkecambah meski tidak ada benih yang terinfeksi cendawan patogen Fusarium Sp maupun cendawan patogen lain. Hal ini mungkin terjadi karena kertas blotter yang digunakan untuk menumbuhkan benih jagung tidak cukup lembab sehingga benih tidak dapat melakukan perkecambahan dikarenakan tidak bisa berimbibisi.










germany germany germany :D















mau pake banget banget ke negara ini mau belajar disini mau menjelajah disini dan mau menjejak bergembira disini :))
semoga beberapa tahun kedepan beneran bisa penuhin mimpi yang satu ini hehe

I HOPE TO SEE YOU SOON  GERMANY :D

kita




rutinitas yang nanti bakalan sangat terkenangg .. ah mahasiswa :)
stay young and keep foolish

Kamis, 18 Oktober 2012

precious :D




Menejemen

oleh :Egi Puspita Sari
NRP : A34100060
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MENEJERIAL
#TANGGUNG JAWAB SOSIAL
a. pandangan klasik : memaksimalkan laba sesuai kepentingan pemegang saham
b. pandangan ekonomi : tidak hanya memaksimalkan laba namun meningkatkan kesejahteraan sosial dalam artian perusahaan seharusnya memberikan manfaat dilingkungan sekitar sebagai implikasi dari keuntungannya
tanggung jawab sosial biasanya dilakukan oleh perusahaan s\dengan mengadakan kegiatan sosial yang dananya bersumber dari laba perusahaan
tiga tipe tangung jawab sosial:
1. kewajiban sosial : dimana hal-hal yang terkait telah diatur dan ditetapkan oleh pemerintah
2. perusahaan memberikan tanggung jawab sosial diluar dari hal-hal yang telah ditetapkan oleh pemerintah
MASALAH-MASALAH PENTING YANG TERJADI:
1. Masalah lingkungan: diatasi dengan cara  melakukan proses produksi yang ramah lingkungan.mematuhi peraturan pemerintah, membuat produk ramah lingkungan yang menjadi selera masyarakat.
ETIKA MANAJERIAL
etika merupakan tatanan yang mendefinisikan benar atau salah
4 pandangan etika antara lain :
Pandangan utilitarian
hak
teori keadilan
pandangan kontrak sosial terpadu
#faktor yang mempengaruhi etika karyawan
1. perkembangan moral adanya pengaruh dari luar
2. tahap perkembangan moral
3. karakteristik individu
4. struktur organisasi
5. budaya organisasi
6. intensitas dari issu etis

putih-kuning-cokelat-putih

Hari sabtu minggu hari yang tepat buat beberes kosan dan segenap hal berantakan yang lain sejenisnya. Hari ini siputih geger karna dirinya jadi cokelat ya dia berubah warna wajah sebanyak 4 kali dalam kurun waktu hanya dua jam .. hebatkan .

ini cerita tentang kemeja kesayangan saya yang warnanya putih pagi ini dia kelunturan kaus lama yang warnanya merah dan bikin wajah putih tanpa noda jadi kuning bercak mirip tanaman yang nekrosis setelah kena tusukan Nezara viridula . saya putuskan untuk memperbaiki wajah kuningnya jadi putih polos seperti sedia kala tapi malah jadi coklat, penasaran saya rendam lagi dengan pemutih merek b*yclean tapi malah makin coklat dan keliatan sangat buluk ( lebih parah dari kuning nekrosis sebelumnya )  T^T

akhirnya kegiatan berenti selama setengah jam dan mulai bingung sambil utak-utik laptop dengan maksud mencari bala bantuan karena si putih mulai meraung dan nangis-nangis. Dunia maya yang fantastis hanya 5 menit ada blog yang jadi penyelamat bilang warna coklat terjadi karena reaksi antara pemutih dan air yang ternyata banyak mengandung Fe ( entah di tabel periodik unsur masuk ke golongan berapa saya udah lupa ) yang pasti logam itu sangat dekat sama si pemutih yang membuat wajah siputih jadi cokelat parah dan buluk. Ternyata selain punya jawaban tentang penyebab, blog itu punya solusi nya :D .

percaya ga percaya sih di awal. katanya asam sitrat (citrus acid) yang biasa di pake ibu-ibu buat bikin es, kalo di larutin di air panas dan larutannya di pake buat ngerendem si putih yang kini coklat wajahnya, jadi bisa putih lagi. seketika itu juga saya langsung keluar kamar ambil kunci dan lari ke warung sebelah dan beli citrus sama mas-mas yang lagi sibuk meratiin uang yang dikasih pembeli asli apa nggak -.-
 
setelah dapet langsung buat sepanci air panas ngelarutis citrus dan nyiram larutan kebaju,, dan wusshhhhh ga sampe 5 menit si putih jadi lebih putih dari sebelumnya hahaha :D langsung siputih aku gantung dan sekarang masih nungguin dia kering di tengah hari yang hujan :) (masih bangga banget senyam senyum sendiri depan laptop sambil nulis dengan perasaan bahagia karna abis liat sulap ilmiah dan ngelakuin sulap itu sendiri )

masalah + rasa penasaran + google = jawaban dan ilmu baru haha
makasih banyak buat blog mbaknya yang bisa di akses di alamat:
http://womenworld.blogdetik.com/2010/10/10/pakaian-putih-menjadi-kuning-setelah-direndam-dengan-pemutih/