Minggu, 31 Maret 2013

cicadas :O

source :
Daniel Stone
Published March 29, 2013

Periodical cicadas (Magicicada septendecim), the cousins of katydids and crickets, have a unique breeding schedule, and after 17 years of living underground, a large group of them are preparing to fill the skies along the U.S. East Coast, from North Carolina up to Connecticut.
Normally, periodic cicadas spend their lives in complete darkness underground, sucking the fluid out of the roots of trees and shrubs. At the end of their life, they emerge, breed, and almost instantly die, completing a lifecycle that humans have studied for centuries.
In the process, however, they annoy millions of people with their constant chirping and, of course, the piles of dead cicada bodies on the ground. While some areas may see no cicadas at all, others in the past have seen millions of cicadas in a single acre. (Listen to the cicada’s love song.)
"It can be like raking leaves in the fall, except instead of leaves, it’s dead cicada bodies," said Dan Mozgai, a cicada researcher who keeps a clearinghouse of cicada information and breeding schedules at cicadamania.com.
Consistency
Cicadas are easy to anticipate because of their extremely consistent mating behavior. Every 13 or 17 years, depending on the population, species of periodic cicadas will emerge as part of a specific brood in order to look for a mate.
The group expected this spring, known as Brood 2, are the offspring of cicadas last seen in 1996. If they follow the same tracks as their parents, they'll emerge in Connecticut, Maryland, North Carolina, New Jersey, New York, Pennsylvania, Virginia, and Washington, D.C.
The genetic mechanism that prompts periodical cicadas to emerge kicks in every 17 years (or every 13 years for other broods) when the ground warms up to 64°F (18°C).
Some researchers think the timing of a brood’s emergence is a defensive mechanism—appearing at infrequent intervals means that it’s harder for would-be predators like birds and squirrels to anticipate when the insects will be available to eat.
Others suggest that the 13- and 17-year cycles, prime numbers in mathematics, help cicadas avoid parasites. A 2004 study from the University of Campinas in Brazil suggested that a cicada with a 17-year cycle and a parasite with a two-year cycle, for example, would meet only twice each century.
But not all cicadas breed on this multiyear cycle. Some, like the tibicen cicadas, work on an annual rotation, leaving them more susceptible to predators like the cicada killer wasp (Sphecius speciosus).
The wasps know exactly when to expect the annual cicadas in late summer or early fall. The wasp lays its eggs on the cicadas, and the larvae slowly kill the cicada and feed off its carcass.
Anticipation
For the periodical cicadas, their temperature thresholds for emergence are getting harder to anticipate. During mild winters, like in 2012, cicadas from Brood 1 appeared in mid-April. Scientists think that this year, Brood 2 cicadas could wait until early May or even later.
John Cooley, a cicada researcher at the University of Connecticut, has led efforts to map where cicadas live, breed, and die. With funding from a grant from the National Geographic Society, Cooley has attempted to trace their evolutionary history since the last ice age, trying to understand how the species evolved as the world's climate changed.
"We know that they've had to change in the past because of postglacial forests that exist now," Cooley said. If scientists understand how cicadas once responded to climate change, then they can imagine how another episode of global warming might impact both cicadas and other insects.
In the meantime, the offspring of the insects that last appeared when Bill Clinton was President will soon be making their presence very well known.
The cicada brood scheduled to emerge from underground this year could contain millions of individuals.

Sabtu, 30 Maret 2013

sarjana lalu apa ?

             kebanyakan mahasiswa bahkan termasuk saya dan beberapa teman yang saya kenal pada umumnya mau lulus tepat waktu dengan IPK yang baik tentunya. menyandang gelar sarjana dari prodi yang ditekuni masing-masing selama rata-rata waktu 3.5-4 tahun. Setelah sarjana rangkaian seragam besar dan toga keluar dari ruangan penuh haru lalu tantangan selesai? tantangan yang baru bahkan makin rumit, membingungkan dan penuh dengan ketidak pastian. kebahagiaan dan kelegaan wisuda biasanya cuma bertahan seminggu setelah upacara wisuda dilakukan  lalu hari berikutnya berganti dengan para fress graduate lainnya yang bersaing dengan kompetensi masing-masing berebut quota lapangan pekerjaan melalui berbagai jenis dan tahapan seleksi. Seperti IPB tempat saya belajar sekarang setiap tahunnya rutin mengeluarkan 1200 lulusan terbaiknya belum lagi ditambah dengan puluhan universitas di seluruh penjuru Indonesia lainnya
         setelah sukses lewat tahap itu bahkan ada tahap yang lebih penting yaitu membuktikan integritas dan intelektualitas yang telah diperoleh selama masa pendidikan yang tercermin lewat IPK nah ini yang lebih sulit. sarjana di mata masyarakat adalah orang dengan kesempatan lebih, tingkat intelektualitas yang lebih baik dari orang kebanyakan sehingga banyak kalangan masyarakat yang juga menaruh harapan lebih pada para sarjana. tapi faktanya banyak lulusan muda yang tak bekerja pada ilmu yang semestinya bahkan tidak bisa berbuat lebih dibandingkan orang kebanyakan dan saya berharap nantinya saya tidak termasuk ke dalam golongan yang ini dan saya berharap kita semua tidak .
            di tengah kebimbangan ketidakpastian masa depan. sarjana tetaplah sama seperti manusia laiinya yang dalam urusan masa depan manusia tidak bisa memastikaan keadaan di waktu yang akan datang tepat 100% seperti yang dia mau. yang kita bisa hanya berfikir dan mengembangkan potensi di berbagai jalur yang tersedia, selalu sigap mengambil alternatif terbaik dari setiap tantangan masa depan nantinya, dan mengembangkan pemikiran mealui teori-teori yang telah ada dan merealisasikannya dengan tindakan. sehingga nantinya banyak stok sumber daya manusia yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya dan saya berharap kitalah tokoh yang bergerak di bagian itu, bukan berperan sebagai orang yang hanya melihat kerja para tokoh :)



dan biarkan rasa yang masih melanda ini menguap dibawa sinar mentari dramaga yang hangat

"kKRAK" Patah - Jatuh - SADAR

 di lintasan dengan pohon pinus yang menjulang disisi kanan dan kiri. tepat melangkah di depan monumen pembangunan suatu gedung
A,B,C, D : *ngobrol apa aja sekenanya *
C : "lah kali ini aku sekelompok sama ....... *nyebut serentetan nama*
D : "aku sekelompok sama M dong berdua lagi ada temennya :D
A : "aku dong sekelompok sama si "itu" santai jadinya kalo ada apa-apa tanya dia aja ah~
B : "oh kamu sekelompok sama dia ?
A : "iya"
B : "wah seharusnya orang-orang kayak kalian ga boleh satu kelompok, bahaya kelompok yang lain" *ngomong sambil masang muka polos ga berdosa entah apa maksud omongannya -.-*
C&D : *ketawa puas*
A : *lari ngejer si B langsung mau nyekek *

A : menurut jurnal dan literatur yang saya baca bla bla bla (ngejawab pertanyaan presentasi) ............ sekian hasil presentasi kami hari ini waalaikumsalam wr.wb
ibu : bla..bla.. bla.. (ngulas, ngejawab, menambahkan dan merevisi hasil presentasi) tepuk tangan untuk kelompok karet
A : *ngasih microfon ke moderator selanjutnya* bangkit dari kursi panas presentasi ke kursi penonton biasa maksudnya mau ngeredaiin perut yg sedari tadi melilit nervous
R : "eh A, aku juga mulai sekarang mau baca jurnal ah, nggak mau twitteran lagi kaya kamu"
A : "nggak gitu juga kali aku juga masih twitteran kok *ngeluarin bitter smile se bitter- bitternya sampe lupa sama nervous yang sebelumnya*
R : "tapi isi twitter kamu beda" *masih gatau apa maksudnya ini temen kok bisa ngomong gini*
A : *cuma senyum dan sumpah langsung bener-bener ketusuk paku rasanya *

ya entah berapa kali denger kata "orang-orang kaya kamu", "kamu itu" dan saat denger kata 2 itu digunakan dalam kalimat yang sejenis dengan dialog diatas itu ibarat jadi ayunan kayu kecil yang sebenernya masih seneng berayun ayun ngerasaiin angin tapi tiba2 dapet anak dengan bobot besar yang mau main ayunan. walaupun si ayunan seneng dan udah berusaha sekuat tenanga mau buat anak itu seneng main sama -sama tapi ayunan ga bisa nahan bobot di luar kemampuannya akhirnya patah alasnya dan sadar kalau dia itu ternyata masih sangat KECIL, CARELESS dan terlalu fokus sama mimpinya, tapi seenggaknya ayunan itu masih punya rantai dan besi penyangga sekarang. suatu saat ayunan itu akan dibangun dengan alas yang lebih besar dan kuat dan harapannya bisa buat anak-anak di dekatnya merasa bahagia dan nyaman nantinya . makasih buat orang-orang yang menyadarkan ayunaan kecil yang masih CARELESS ini :D


Jumat, 29 Maret 2013

Keep moving forward

around here however we don't look backwards for very long. We keep moving forward, opening up new doors and doing the new things, because we are curious.. and curiousity keep leading us down new paths (walt disney)