percakapan kali ini untuk orang yang susah buka percakapan adalah ngomongin deadline praktikan yang molor dan saya terpaksa harus mengikuti dan memaklumi, curhat sih sebenernya. karena kalau tugas mereka molor jadwal saya mengoreksi tugas mereka pun molor dan runyamlah jadwal saya yang lain, panjang lebar saya ceritakan ya seperti itulah. Orang ini memang punya cara tersendiri untuk menguatkan, kalau biasanya orang memanja-manjakan yang curhat dengan kata pengibur yang manis tapi dia malah sanggahan
"ya yang tegas dong sedikit, tegas dong gimana sih" dengan muka khasnya tidak menggurui, tidak memarahi tapi ada gurat kesal di wajah khas sumatera utaranya .
"ya mau gimana lagi masa aku mau kasih nilai 60 buat sebagian besar anak?" (dalam hatiku itu akan membuat saya kerja dua kali toh nantinya) jawabku sekenanya.
percakapan berlanjut dari jagung, suara decitan pintu, sampai lagu apaagi yang akan disampaikan dua bapak berbakat di depan kami. Sambil menikmati acara sambil tertawa sambil menggigiti jagung dengan pola tertentu saya sempat berfikir ah lagi-lagi saya menemukan hal yang belum saya punya tapi dia punya. Semua tau dia dewasa bisa diandalkan walaupun sebenarnya umurnya 5 bulan lebih muda. Dia TEGAS mungkin bagi yang lain bisa di anggap keras bahkan, tapi hei untuk beberapa kasus saya merasa butuh sikap itu butuh.
acara malam ini selesai, sambil lalu saya sampaikan saya akan turun lebih dulu, keluar dari ruangan tersebut. dia mengiyakan sekenanya wajahnya lelahnya tampak lebih serius jauh lebih serius kali ini dan saya hanya mendengar
"loh bukannya agenda yang itu rencananya besok, sekarang juga sudah malam" (dia menekankan) berbicara dengan penjadwal yang lain
saya melewatkannya bukan karena saya merasa tidak perduli dengan dua orang dihadapan saya, saya cuma tidak mau mengganggu jadwal mereka sementara saya ga tau apapun mengenai hal itu, sampai evaluasi saya masih berusaha sadar dengan mata yg sebenarnya sudah mengantuk. dia menyampaikan evaluasi penjadwalannya seperti beberapa penjadwal yang lain dan dia tumpah sepertinya malam ini saya lihat, EMOSINYA, KESALNYA, tapi akhirnya saya sadar itu ungkapan LELAHNYA.
bahkan sebenarnya dia lebih lelah. lelah karena penjadwalan dan dia masih sempat khawatir dengan timnya yang mungkin bisa lelah karena penjadwalan yang mendadak tidak mulus seperti jadwal sebelumnya. intonasi suara berubah, tempo ucapan lebih cepat agak terbata. saya sadar ada yang salah
berusaha menoleh dan saya sadar
SEBELUM DIA TEGAS KEPADA ORANG LAIN JAUH SEBELUM ITU DAN SAMPAI DETIK KEJADIAN ITU DIA TELAH JAUH LEBIH TEGAS DAN KERAS PADA DIRINYA SENDIRI. mungkin tulisan ini teman yang itu ga bakal baca tapi yah sebagai pengingat hari ini saya belajar sesuatu lagi dari orang yang lebih muda, dari teman sebaya, dari salah satu teman terbaik yang pernah saya punya disini di tempat ini :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar