Sabtu, 30 Maret 2013

sarjana lalu apa ?

             kebanyakan mahasiswa bahkan termasuk saya dan beberapa teman yang saya kenal pada umumnya mau lulus tepat waktu dengan IPK yang baik tentunya. menyandang gelar sarjana dari prodi yang ditekuni masing-masing selama rata-rata waktu 3.5-4 tahun. Setelah sarjana rangkaian seragam besar dan toga keluar dari ruangan penuh haru lalu tantangan selesai? tantangan yang baru bahkan makin rumit, membingungkan dan penuh dengan ketidak pastian. kebahagiaan dan kelegaan wisuda biasanya cuma bertahan seminggu setelah upacara wisuda dilakukan  lalu hari berikutnya berganti dengan para fress graduate lainnya yang bersaing dengan kompetensi masing-masing berebut quota lapangan pekerjaan melalui berbagai jenis dan tahapan seleksi. Seperti IPB tempat saya belajar sekarang setiap tahunnya rutin mengeluarkan 1200 lulusan terbaiknya belum lagi ditambah dengan puluhan universitas di seluruh penjuru Indonesia lainnya
         setelah sukses lewat tahap itu bahkan ada tahap yang lebih penting yaitu membuktikan integritas dan intelektualitas yang telah diperoleh selama masa pendidikan yang tercermin lewat IPK nah ini yang lebih sulit. sarjana di mata masyarakat adalah orang dengan kesempatan lebih, tingkat intelektualitas yang lebih baik dari orang kebanyakan sehingga banyak kalangan masyarakat yang juga menaruh harapan lebih pada para sarjana. tapi faktanya banyak lulusan muda yang tak bekerja pada ilmu yang semestinya bahkan tidak bisa berbuat lebih dibandingkan orang kebanyakan dan saya berharap nantinya saya tidak termasuk ke dalam golongan yang ini dan saya berharap kita semua tidak .
            di tengah kebimbangan ketidakpastian masa depan. sarjana tetaplah sama seperti manusia laiinya yang dalam urusan masa depan manusia tidak bisa memastikaan keadaan di waktu yang akan datang tepat 100% seperti yang dia mau. yang kita bisa hanya berfikir dan mengembangkan potensi di berbagai jalur yang tersedia, selalu sigap mengambil alternatif terbaik dari setiap tantangan masa depan nantinya, dan mengembangkan pemikiran mealui teori-teori yang telah ada dan merealisasikannya dengan tindakan. sehingga nantinya banyak stok sumber daya manusia yang lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya dan saya berharap kitalah tokoh yang bergerak di bagian itu, bukan berperan sebagai orang yang hanya melihat kerja para tokoh :)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar